Kamis, 18 April 2013

these words "Natasha Bedingfield"

these words
lagu ini dari Natsha Bedingfield dan di X Factor dinyanyikan oleh Fatin
"silahkan menikmati"


These world are my own

Threw some chords together
The combination D-E-F
It's who I am, it's what I do
And I was gonna lay it down for you
Try to focus my attention
But I feel so A-D-D
I need some help, some inspiration
(but it's not coming easily)
Whoah oh

Trying to find the magic
Trying to write a classic
Don't you know Don't you know Don't you know?
Waste bin full of paper
Clever rhymes, see you later

These world are my own
From my heart flow
I love you  I love you  I love you  I love you
There's no other way
To better say
I love you, I love you

Read some Byron, Shelly and Keats
Recited it over a Hip-hop beat
I'm having trouble saying what I mean
With dead poets and drum machines
I know I had some studio time booked
But I couldn't find a killer hook
Now you've gone and raised the bar right up
Nothing I write is ever good enough

These world are my own
From my heart flow
I love you  I love you  I love you  I love you

There's no other way
To better say
I love you, I love you

I'm getting off my stage
The curtains pull away
No  hyperbole to hide behind
My naked soul exposes
Whoah oh oh oh whoah oh

Trying to find the magic
Trying to write a classic
Waste bin full of paper
Clever rhymes, see you later

These world are my own
From my heart flow
I love you  I love you  I love you  I love you

That's all I got to say
Can't think of a better way
And that's all I've got to say
I love you, is that okay?

Senin, 01 April 2013

April Mop (1 April)


Sebuah versi mengatakan bahwa tradisi April Mop atau April Fools Day udah dikenal di negeri Prancis pada masa pemerintahan Raja Charles IX tahun 1582. Kejadian ini bermula di saat Paus Gregory XIII melakukan modifikasi terhadap penanggalan, yakni semula 1 tahun adalah 10 bulan, diubah menjadi 12 bulan hingga seperti sekarang.
Namun tidak semua masyarakat Prancis saat itu setuju dengan perubahan yang dilakukan Paus Gregory , sebagian dari mereka tetap merayakan tahun baru dimulai pada tanggal 25 Maret hingga puncaknya tanggal 1 April. Namun ternyata tindakan mereka dicemooh oleh masyarakat lain yang setuju dengan perubahan tersebut, dan mengerjai mereka dengan memberi undangan palsu dan alamat palsu.
Korban dari lelucon April Mop dikenal juga sebagai “Poisson d’Avril” atau ikan April di mana istilah ini diambil dari pergerakan matahari yang meninggalkan zodiak Pisces (zodiak Pisces berlambang ikan dan berada di kisaran tanggal 20 Februari – 20 Maret).
Ada versi lain yang menyebutkan tradisi April Mop bermula dari pembantaian kaum Muslim Granadadi Spanyol oleh pasukan Salib tahun 1487 atau 892 H.
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sebetulnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan yang pernah menimpa ummat Islam. April Mop atau The April Fools Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Nah sobat, sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur dan subur. Setelah Spanyol berhasil ditaklukkan, pasukan Islam tidak saja berhenti di sana, namun terus melakukan ekspedisi untuk membebaskan negeri-negeri sekitar menuju Prancis. Prancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh ke tangan kaum Muslimin yang saat itu berada di bawah komando Thoriq bin Ziyad. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro  di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam tanpa paksaan sama sekali. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Segala aspek kehidupan mereka berasaskan Islam. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku dan bersosialisasi dengan sesamanya berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata “tidak” untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Subhanallah….
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan dan membasmi Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya. Sesuai firman Alloh dalam surat Al Baqoroh yang artinya ” Orang yahudi dan nasrani tidak akan rela atau ridho terhadapmu sampai kamu mengikuti millah mereka..” orang-orang non-muslim yang masih tinggal di sekitar Spanyol mulai menghimpun kekuatan demi mengalahkan Islam yang saat itu sedang jaya. Puluhan kegagalan yang mereka alami tidak mematahkan semangat juang mereka untuk mengalahkan Islam, bahkan mereka semakin dendam.
Berbagai cara telah mereka lakukan yang ujung-ujungnya Cuma kegagalan. Sampai akhirnya mereka menemukan suatu cara baru untuk menaklukkan ummat Islam. Mereka mengadakan invasi lewat budaya dan pemikiran…bukan pake tank lagi sobat.
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk dan memprovokasi kaum muda agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu alias gadungan yang kerjanya cuma meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis tanpa tersisa satu nyawa pun.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh ke tangan tentara Spanyol, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka kemana pun mereka sembunyi.
Ketika jalan-jalan sudah mulai sepi dan sunyi, tinggal tersisa ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak warga Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, yang isinya para warga Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Di luar perjanjian, lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang mereka janjikan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anak yang masih kecil-kecil. Sedangkan tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas dan penuh ambisi tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April Fools Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sama saja orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sama saja tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

Pandangan Islam Tentang April Mop


Islam punya pandangan sendiri tentang April Mop sebagai agama yang universal dan mencakup seluruh aspek kehidupan. April Mop bukan sembarang hari atau sekadar perayaan biasa. April Mop bisa dianggap sebagai hari raya tersendiri bagi suatu ummat tertentu menengok latar belakang sejarah atau asal-usulnya. Dalam hal ini adalah sebuah hari raya bagi ummat kristiani atas kesuksesan mereka membantai ummat Islam Granada ratusan tahun silam.
Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam jelas telah melarang ummat beliau untuk mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang non-muslim. Karena dengan meniru ataupun hanya sekedar ikut-ikutan saja bisa merubah status keislaman seseorang .
Ummat Islam hanya punya dua hari raya sebagaimana yang ditetapkan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Selain dua hari raya ini berarti bukan hari raya ummat Islam, dan yang melakukan hari raya selain dua hari raya ini berarti bisa dikategorikan bahwa dia termasuk dari ummat yang merayakannya.
Dilihat dari sisi baik buruk atau kemadlaratannya jelas sangat kecil kemungkinan adanya kemashlahatan di dalamnya atau bahkan bisa dikatakan sama sekali tidak ada manfaatnya. Bagaimana tidak, Rasulullah saja cuma membolehkan bohong dalam tiga keadaan, ketika perang, untuk mendamaikan dua orang yang sedang bertengkar dan antara suami istri, eh ini mau ditambah satu hari lagi tanggal 1 April buat hari boong gede-gedean seluruh dunia. Coba bayangin kalo semua orang di dunia ikut merayakan April Mop ini dan semuanya termakan tipuan orang yang menipunya, masihkah dunia yang kita injak sekarang ini tetap seperti sekarang??
Nah, sobat muda semua, jelas khan kalo April Mop ngga ada tuntunannya sama sekali dalam ajaran Islam. Untuk hati-hatinya lebih baik kita ngga ikut-ikutan yang kaya gituan deh. Apalagi kita udah tahu sejarah asal muasal tradisi ini. Tega kita kalo sampe nekat ikut perayaan ini padahal perayaan ini dirayakan sebagai bentuk kesenangan ummat Kristen atas pembantaian yang terjadi terhadap kaum muslim Granada ratusan tahun silam. Sama saja kita juga ikut bangga dengan pembantaian itu kalo kita ikut-ikutan.
 
Dunia_Ku Blogger Template by Ipietoon Blogger Template